Software Pulsa Murah Berkualitas


Bismillah….bagi saudara-saudara semua, yang udah lama jualan pulsa dan ingin meningkatkan penjualannya. Tidak salah jika mencoba untuk lebih maju dan meningkatkan penjualan pulsanya dengan mencoba membuat server pulsa sendiri.

Untuk membuat server pulsa sendiri walaupun agak ribet, tapi akan menarik dan menyenangkan jika kita menguasai n memahaminya…:D

silahkan baca baik-baik ya (maaf cuma copas)

Makin maraknya pengguna Handphone , makin marak pula dengan penyedia layanan Pulsa isi ulang.
Dan hal itulah yang menyebabkan lahirnya beberapa Operator baru dan berbagai sistem layanan pengisian
pulsa membuat  bisnis Server All Operator semakin berkembang pesat dan menjamur. Hal ini tidak lepas
dari ke untungan dan income yang cukup menggiurkan.

Dengan perkembangan yang demikian pesat, kini beberapa Outlet atau Counter pun bak jamur tumbuh dengan
pesat dan cepat. Hal ini didasarkan kebutuhan akan komunikasi via handphone bagai kebutuhan pokok yang
harus di rasakan dan di miliki.Untuk mengimbangi lahirnya beberapa outlet atau Counter Handphone dalam
penyediaan Stock pulsa, maka di perlukan suatu distributor pulsa yang bisa mencukupi dalam penyediaan
dan kestabilan Stock. Hingga lahirlah beberapa distributor “Server All Operator” yang  bersaing dengan
harga dan cara pelayanan,kecepatan dan tepat, dan akurat.

ISTILAH TENTANG KARTU CHIP :
1.Chip Mkios—-= Yaitu Chip atau kartu yang di keluarkan oleh Operator Telkomsel, untuk Transaksi
permintaan pulsa kartu AS dan Simpati.Metode transaksi menggunakan menggunakan
metode USSD atau Cara Dial ( Semacam cara cek Saldo *888# > OK )

2.Chip Mtronik–= Yaitu Chip atau kartu yang di keluarkan oleh Operator Indosat. Untuk Transaksi
permintaan pulsa kartu Mentari, Im3, Star one.Metode transaksi menggunakan cara
keypad ( Seperti pada saat kita mengaccess Layanan data atau Menu )

3.Chip Dompul—= Yaitu Chip atau kartu yang di keluarkan oleh Operator Excelcom. Untuk Transaksi
permintaan pulsa kartu XL Metode Transaksi menggunakan dapat menggunakan 2 (dua) cara
yang berbeda, yaitu dengan cara dial ataupun dengan cara keypad. Sedangkan kebanyakan
para pengguna server lebih cenderung untuk menggunakan cara dial. Hal ini dapat dipahami,
karena menggunakan cara dial jauh lebih cepat daripada menggunakan cara keypad.

4.Chip Fkios—-= Yaitu Chip atau kartu yang di keluarkan oleh Operator Telkom.  Untuk Transaksi permintaan
pulsa kartu Flexi. Metode Transaksi menggunakan cara sms.

5.Multi Chip All= Yaitu Chip atau kartu yang di sarankan oleh distributor pulsa atau penyedia Server
All Operator, untuk melakukan transaksi, sesuai dengan ketentuan dari penyedia layanan
pulsa isi ulang.Untuk Transaksi permintaan semua jenis pulsa Operator yang ada
( Simpati,As,IM3,  Mentari, Flexi, Three, Frend, Esia, Smart, Hepi, dll )
Metode Transaksi umumnya menggunakan Sistem Sms atau Dial.
6.Dll

ISTILAH TENTANG MODUL SOFTWARE :
1.SMS Center
Modul Sms Center adalah Modul yang berfungsi sebagai penerima sms atau Order Transaksi,atau
komplain.jadi ini adalah tempatnya Sms Inbox dari Reseller.

2.SMS Sender
Modul Sms Sender adalah Modul yang berfungsi sebagai pembalas Report Transaksi atau komplain
ke member. Jadi ini adalah tempatnya Sms Outbox untuk Reseller.

3.Modul Dial
Modul Dial adalah Modul yang di gunakan untuk Transaksi Chip Mkios.  Kecepatan Transaksi hanya
berselang Detik.Metode ini kini juga sudah   bisa di gunakan untuk Chip XL ( XL Flash ).Jadi Modul
ini Support untuk    Ke dua Chip Operator tersebut.

4.Modul Keypad
Modul Keypad adalah Modul yang di gunakan untuk Transaksi Chip MTronik. Gerakan keypad ini sama
seperti pada saat kita mengisi pulsa secara manual lewat menu yang sudah tertanam dalam chip tersebut,
dan proses kerjanya secara otomatis setiap ada Order transaksi,akan menggantikan proses kerja manual
hingga lebih cepat dan akurat.( Setting Macro )

5.Modul SMS
Modul Sms adalah Modul yang di gunakan untuk Transaksi Multi Chip All Operator, yaitu berupa sms
yang di kirim Otomatis via 4 Digit atau Long Number.

6.Modul Sms Cdma
Modul Sms Cdma adalah Modul yang berfungsi sama seperti Modul Sms,namun ini berbasis atau di gunakan
untuk Chip Cdma.

7.Modul STK Modem
Modul STK Modem adalah modul yang biasa di gunakan untuk Transaksi Mtronik.  Beda dengan modul
keypad, Modul STK transaksi lebih cepat dan hampir sama kecepatannya seperti Mkios atau Dial
XL Flash.( Menggunakan Modem )

8.Modul Yahoo Trx
Modul Yahoo Trx adalah Modul yang di gunakan untuk transaksi atau   pengambilan Order dengan
menggunakan Internet Via Yahoo Messenger, dimana proses kerja sama dengan kita chating. Tetapi hal
tersebut telah dikerjakan oleh server melalui modul ini.

9. Modul Yahoo Center Sender
Modul yahoo Center Sender adalah Modul yang di gunakan untuk menerima Order Transaksi Via Internet,
dan sekaligus berfungsi sebagai pembalas Status Transaksi atau Komplain.

10. Modul Host 2 Host
Modul Host2Host adalah Modul yang di gunakan sebagai modul pengambilan atau transaksi Order
Via Internet berbasis Web Server atau XML

11. Modul Center Sender
Modul Center Sender adalah Modul yang di gunakan atau berfungsi Ganda,yaitu selain di gunakan untuk
menerima Sms Inbox,bisa di gunakan juga sebagai pembalas atau Sms Outbox.
( Hemat pulsa dan Handphone )

12. SMS Info
Modul Sms Info berfungsi sebagai Modul untuk memberikan Info Reseller secara Global.Hanya dengan satu
kali klik,Reseller akan menerima sms secara bersamaan.

Silahkan Baca Lebih Lanjut

Gula Jawa Asli Purworejo


Gula Jawa, atau Gula dari Nira pohon kelapa sudah tidak asing lagi bagi ibu-ibu rumah tangga Indonesia. Gula Jawa termasuk bahan pelengkap untuk membuat berbagai masakan. Bagi penduduk pulau jawa tidak lengkap rasanya membuat masakan, jika tidak memakai gula dari pohon kelapa ini.

Yuk Kita Liat Proses Pembuatan Gula Jawa :

Dari sebuah Pohon Kelapa

Pohon kelapa yang baik akan menghasilkan nira yang baik, banyak sedikitnya produksi nira (legen) juga tergantung oleh kondisi pohon kelapa itu sendiri.

Proses pengambilan Nira (Penderes) Biasanya dilakukan di pagi hari

Liat Aksi Angkatan Udara / Penderes / Tukang Ngambil Nira yang lain ya :D

Seorang Penderes sedang mengumpulkan Nira di atas pohon kelapa (Wah Ninja Indonesia ini, ahli manjat pohon :D )

Nira yang berhasil dikumpulin oleh seorang Penderes

Jangan lupa di kasih obat biar saat memasak Gula Jawa tidak mudah hancur….

Fungsi obat tersebut untuk memutihkan gula dan tidak mudah rusak saat pembuatan gula jawa.
Obat pada zaman dulu biasanya memakai kapur sirih (injed) berhubung sekarang udah zaman modern ya pake kimia deh :D (walaupun masih ada juga yang pake injed) tentunya harga gula jawanya mahal….:((

Bersambung Insya Allah…:D

Sunduq Peduli Kemanusiaan Ahlus Sunnah Suriah


Bismillah, Sebagai upaya mewujudkan Ukhuwah Islamiyyah dan pengamalan dari sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Untuk membantu Ahlus Sunnah di Suriah yang sedang mengalami penindasan, penganiayaan dan pembunuhan, antum bisa turut dalam program :

SUNDUQ PEDULI KEMANUSIAAN AHLUS SUNNAH SURIAH

Salurkan bantuan antum melalui

BANK SYARIAH MANDIRI No. 756 1616 005
a/n Yayasan Cahaya Sunnah

konfirmasi transfer Via SMS ke 081 989 6543 dengan format :
Peduli Suriah_Nama_Alamat_Jumlah transfer_tanggal transfer

informasi : (021) 8233661 , (021)7073 6543

Jazaakumullahu khairan atas infaq yang telah antum keluarkan, semoga menjadi tambahan pahala kebaikan antum bagi kehidupan akhirat kelak. aamiin….

Baca selengkapnya: http://radiorodja.com/682/sunduq-peduli-kemanusiaan-ahlus-sunnah-suriah/#ixzz1pQMocNvT

http://radiorodja.com/682/sunduq-peduli-kemanusiaan-ahlus-sunnah-suriah/trackback/

Pulsa All Operator (Al-FurqonTronik)


Bismillah….
Seiring dengan perkembangan jaman, pesatnya Teknologi Informasi, Hand Phone bukan lagi menjadi barang mewah bagi rakyat Indonesia. Dari anak kecil sampai orang dewasa kenal yang namanya “HP”, dari yang di kolong jembatan, sampai yang tinggal di rumah mewah, bahkan sampai2 pengemispun megang HP.

Murahnya harga HP dan terjangkaunya harga pulsa dengan bervariasinya Provider dan nominal pulsa membuat “HP” dan “Isinya” jadi komoditi baru. Sampai2 ada yang rela beli pulsa padahal buat makan aja bingung nyarinya.

Enam atau sepuluh tahun yang lalu di kala harga Ha Pe mahal dan harga pulsa yang kurang variatif dengan sedikitnya Provider dan terbatasnya jumlah nominal pulsa (adanya 50 atau 100 ribu) Pemilik Ha Pe masih sedikit. Penjual pulsa dan accessories Ha Pe pun bisa di hitung dengan jari (tapi jarinya siapa yang sanggup ngitung seluruh indonesia lho, he, he).

Perkembangan zaman,cepatnya kemajuan teknologi informasi membuat para kompetitor semakin bervariasi untuk menjual produknya. Dulu harga sebuah perdana/simcard provider A bisa nyampe 100ribu padahal pulsanya cuma 10 ribu…e sekarang ada yang jual 1000 pulsanya bervariasi, ada yang 2000, ada yang 2400 ada yang 1500 dan lain sebagainya.

Penjual pulsa atau istilah kerennnya outlet, counter HP, atau juragan pulsa mulai banyak kayak jamur (alias menjamur). Ada yang punya kios 1 ampe 5, ada yang jualan di pinggir jalan sampai2 tidak sedikit counter2 atau penjual pulsa berjalan. Ya gimana lagi sekarang bermodalkan HP dan deposit minimal 50 ribu atau bahkan 10 ribu aja udah bisa jualan pulsa je….

Konter-konter penjual pulsa tidak sedikit yang tumbang, ada juga yang mulai beralih profesi, menambah dagangan yang lain untuk mempertahankan jualannya, jualan pulsa listrik, atau berinovasi yang lain untuk tetap “bertahan”

Ya, berinovasi demi perkembangan dan kemajuan usahanya, itulah yang harus kita dukung, bukanya kita malah iri atau tidak senang dengan kemajuan teman kita sesama penjual pulsa. Harusnya sesama penjual pulsa itu adalah teman seperjuangan bukan rival (lawan) yang harus kita jatuhkan.

Dalam menekuni usaha penjualan pulsa dengan niat yang tulus (ibadah), kesabaran, ketelatenan dan dukungan dari berbagai pihak Insya Allah akan membuat usaha tersebut berkembang. Tentunya dengan inovasi mengikuti perkembangan zaman.

Alhamdulillah tahun demi tahun telah ku lalui (he, he), dari jualan pulsa, accessories, ketik dan rental komputer, herbal (sedikit2), foto copy (doain aja), dan sekarang kami mencoba untuk menjual produk baru kami yaitu Refil All Operator yang kami beri nama Al-Furqon Tronik. Semoga dengan nama tersebut bisa menjadi pembeda yang haq dan bathil dan bisa membantu saudara2 yang mau berjualan pulsa dengan modal yang minim dan flexibel.

Biar lebih jelas silahkan kunjungi web sederhana (maklum lagi dalam tahap perbaikan) biar lebih jelas
Silahkan mampir ya di www.alfurqontronik.wordpress.com

Klo mau tanya2 atau mau bergabung, sharing dan lain2 silahkan add ym ane di alfurqoncell OK.

Jazakallah khair, smoga bermanfaat

Kajian Akbar Syaikh Abdurrozzaq Al-Abbad di Magelang (14 Februari 2012)


Kajian Akbar Syaikh Abdurrozzaq Al-Abbad di Magelang (14 Februari 2012).

Perjuangan Seorang Muslimah untuk Bercadar


Sebuah kisah nyata yang bisa diambil ibroh bagi para muslimah dan kita semua!

Cadar… Satu kata yang dulu sempat membuat diriku takut untuk mendekati orang-orang yang memakainya. “Mungkin mereka jelek, makanya menutupi wajahnya, atau mungkin dia mempunyai gigi taring seperti drakula ataukah mungkin dia..begini..begini dan begitu”. Begitu banyak pikiran-pikiran yang menghantuiku ketika masih menjadi orang yang belum tahu tentang syari’at Alloh tentang cadar ini.

Sampai suatu ketika Alloh menakdirkanku untuk mengenal sekumpulan akhwat yang bercadar, “subhanalloh” satu kata yang terlontar dari lisanku waktu itu. Ternyata mereka tidak seperti yang aku pikirkan selama ini, ternyata cadar merupakan salah satu syari’at dari islam.

Berawal dari perkenalanku dengan para akhwat, disitulah awal mula diriku mengenal ilmu yang shohih, hari-hari kujalani dengan ilmu-ilmu yang yang selama ini kuanggap hanya sebatas budaya dan pemikiran orang-orang belaka. Sedikit demi sedikit kuamalkan ilmu yang telah kudapatkan, pergaulan antara lawan jenis, musik, ikhtilath, sampai ke syarat-syarat jilbab yang syar’i pun kulalui dan kuamalkan. Alhamdulillah, meski banyak rintangan dan cobaan dalam mengamalkannya. Tapi begitulah perjuangan. Begitulah konsekuensi dari amalan yang telah kita ilmui. Tapi untuk masalah cadar, ah, diriku sungguh tak tertarik untuk menggunakannya.

Sempat mempelajari tentang hukum dari cadar dan waktu itu berkeinginan untuk mempelajarinya lebih dalam, tapi teringat akan ucapan bapak, “kamu boleh pakai jilbab yang besar tapi jangan sampai bercadar. Nanti boleh bercadar kalau sudah nikah.” Ya sudahlah mendingan aku ambil hukum yang sunnahnya saja, daripada bapak marah. Toh nanti kalau dah nikah aku akan pakai cadar juga insya Alloh, untuk sekarang ga usahlah, pikirku dalam hati. Akhirnya niat untuk mempelajari hukum cadar lebih lanjutpun aku urungkan.

“Astaghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki?”

Manusia boleh berencana tapi Alloh lah yang berhak menentukan jalan hidup kita. Alhamdulillah, hidayah Alloh datang kepadaku, yang awal mulanya diriku begitu kekeh untuk tidak bercadar, niat untuk mempelajari hukumnya pun ogah-ogahan, namun Alloh menakdirkan padaku untuk lebih mengetahui tentang cadar ini melalui sebuah fitnah yang kualami di kampus. Seorang teman memberitahukan padaku bahwa ada seseorang yang terfitnah gara-gara diriku. “Astghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki?” Airmatapun mulai mengalir, bukan karena terharu disebabkan ada orang yang “ngefans” tapi karena merasa bahwa diri ini adalah sumber fitnah. Belum bisa menyempurnakan hijab, tidak bisa menjaga diri, dll. Lama diriku merenung. “Kenapa sampai ada yang terfitnah? Toh aku tak pernah berkomunikasi dengannya? Jangankan berbicara, senyumpun tak pernah.” Apa yang menyebabkan semua itu??Apa??? Wajah… Ya inilah sumber dari fitnah itu… Seketika itu pun diriku bertekad dengan kuat untuk mempelajari hukum cadar, walaupun masih teringat dengan kata-kata bapak, namun tak mengurungkan niatku untuk belajar..

Alhamdulillah, Alloh memudahkan jalanku untuk mempelajari ilmu tentang cadar ini, mulai dari dukungan akhwat, cerita cerita akhwat yang memberikan motivasi, buku-buku yang mereka pinjamkan, sampai ketika salah seorang ustadzah dari Arab datang ke kota Serambi Madinahku buat memberikan dirosah. Sampai suatu hari ketika sang ustadzah telah selesai memberikan dirosahnya, kulihat dirinya sedang duduk untuk istirahat, aku pun mengajak seorang kakak untuk menemaniku berbicara kepada ustadzah tentang masalah cadar (karena ketidaktahuanku bercakap dalam bahasa arab, makanya minta tolong ke akhwat buat jadi penerjemahnya. Syukron wa jazaakillahu khair buat kakak yang membantu diriku saat itu.)

Kakak : “Adik ini ingin bertanya kepada anda wahai ustadzah, dia ingin sekali memakai cadar namun orangtuanya melarangnya, tolong berikan nasehatmu padanya.”

Ustadzah: “Kalau dia meyakini bahwa hukum cadar adalah wajib maka apapun konsekuensi yang harus dia dapatkan sekalipun orangtua melarang maka dia tetap harus memakainya, tapi ketika dia meyakini bahwa itu hanyalah sunnah maka lebih baik dia mengikuti permintaan orang tuanya.” (Kira-kira seperti itulah percakapan mereka kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia.)
Baca selebihnya »

iCare Data Recovery v4.5.3


Alhamdulillah bekerja untuk orang lain, berusaha untuk membantu mereka yang membutuhkan memang tidak sedikit resiko yang dihadapi. Dari tidak bisa alhamdulillah bisa belajar karena terpaksa ^-^.
Seperti kasus kemarin, ada konsumen yang mempunyai kasus memory card di Hpnya ke hapus. Akhirnya softpedia dan situs2 penyedia software gratisan ane ubek2…he, he

Software ini itu udah ane coba tapi kurang memuaskan, lha akhirnya ane coba software yang satu ini.
Nih liat keunggulannya (maaf ane translate pake google translate)

iCare Data Recovery v4.5.3 Standar

Diformat ulang partisi, kartu memori, kartu kamera oleh kecelakaan?
Rusak MBR dan tidak dapat menemukan partisi Anda atau USB tidak terdeteksi?
Sengaja menghapus partisi, partisi yang hilang?
Berkendara menjadi RAW, chkdsk laporan tidak tersedia untuk drive mentah?
SHIFT + DELETE, mengosongkan Recycle Bin, perlu pemulihan file?
Recover file dari disk dinamis, RAID?
Kehilangan data tanpa alasan, Butuh perangkat lunak pemulihan?
Partisi kegagalan perangkat lunak?
drive / kartu laporan tidak diformat, apakah Anda ingin memformat sekarang?
Windows 7 kompatibel pemulihan data
Preview kehilangan foto, kantor file sebelum membeli
Download trial untuk mencari file yang hilang secara gratis!
Kehilangan data tidak akan sakit kepala Anda! Sebagai solusi pemulihan data yang komprehensif, iCare Data Recovery dengan mudah dapat memulihkan file dari drive diformat salah, tiba-tiba penghapusan file, drive atau filesystem mentah mentah, serangan virus, partisi dihapus, crash perangkat lunak dll Hal ini dapat memulihkan semua file dihapus seperti foto, dokumen, mp3, file prospek, presentasi, dan juga bekerja dengan semua jenis media penyimpanan seperti hard drive, hard drive removable, digital cameral sd card, usb drive, ipod, kartu memori dll

Mengapa iCare Data Recovery Software

GRATIS untuk menyimpan file 32KB.
Semua tingkat Hardware RAID didukung. 2TB hard disk yang didukung.
Pemulihan data dari disk Dinamis. Diformat / dihapus / terbaca / inaccessable dll
Canggih dan unik dalam mencari dan pemindaian algoritma yang memulihkan file yang hilang dalam hitungan detik
Mac HFS didukung! Recover diformat kartu sd, partisi hard drive, dll ipod
Baca selebihnya »

ADAB-ADAB KEPADA ORANG KAFIR


Oleh
Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Allah kAzza wa Jalla menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla mengutus para rasul dengan membawa agama yang haq, untuk membimbing manusia menuju cara beribadah yang benar. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut para rasul itu sebagai orang-orang Muslim. Maknanya, orang yang menyerahkan diri, tunduk dan patuh kepada Allah Azza wa Jalla. Itulah arti Islam secara umum. Yaitu semua agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul semenjak Nabi Nuh Alaihissallam sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun secara khusus, Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Azza wa Jalla. Dengan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, Allah Azza wa Jalla menghapus seluruh agama dan syariat sebelumnya. Maka, orang yang mendapati agama ini, namun tidak memeluknya, maka dia kafir.

Agama Islam adalah agama yang haq dan adil, mengajarkan cara-cara bermuamalah dengan seluruh jenis manusia, termasuk mengajarkan sikap seorang Muslim kepada orang-orang kafir. Di sini kami akan menyampaikan beberapa adab kepada orang kafir. Penjelasan ini merujuk padas penjelasan Syaikh Abu Bakar Jâbir al-Jazâiri dalam kitab Minhâjul Muslim, dan kitab-kitab ulama lainnya.

Seorang Muslim meyakini bahwa seluruh agama selain agama Islam itu batil dan pemeluknya kafir. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. [Ali Imrân/3: 19]

Dan firmanNya:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Ali Imrân/3: 85]

Juga firman-Nya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. [al-Mâidah/5: 3]

Dengan berita-berita dari Allah Azza wa Jalla ini, seorang Muslim mengetahui bahwa semua agama sebelum Islam telah dihapus dan Islam menjadi agama semua manusia. Sehingga Allah k tidak akan menerima agama kecuali Islam, juga tidak ridha dengan syariat selain syariat Islam. Dari sini seorang Muslim meyakini bahwa setiap orang yang tidak tunduk kepada Allah dengan menganut Islam, maka dia kafir yang harus disikapi dengan sikap yang telah ditentukan syariat. Di antaranya, sebagai berikut :

1. Tidak menyetujui keberadaannya di atas kekufuran dan tidak ridha terhadap kekufuran. Karena ridha terhadap kekufuran merupakan salah satu kekufuran.

2. Membenci orang kafir karena Allah k juga benci kepadanya. Karena dalam Islam, cinta itu karena Allah, begitu juga benci karena Allah. Oleh karena itu, selama Allah k membenci orang kafir karena kekufurannya, maka seorang Mukmin harus juga membenci orang kafir tersebut.

3. Tidak memberikan wala’ (kedekatan; loyalitas, kesetiaan) dan kecintaan kepada orang kafir. Allah Ta’ala berfirman :

لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab; pemimpin; pelindung; penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. [Ali ‘Imrân/3: 28]

Dan firman-Nya:

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

Kamu tidak akan mendapati satu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang yang menentang itu asdalah bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. [al-Mujâdilah/58: 22]

4. Bersikap adil dan berbuat baik kepadanya, selama orang kafir tersebut bukan kafir muhârib (orang kafir yang memerangi kaum Muslimin). Berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla :

لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [al-Mumtahanah/60: 8]

Ayat yang mulia lagi muhkam (ayat yang maknanya jelas-red) ini membolehkan bersikap adil dan berbuat baik kepada orang-orang kafir, kecuali orang-orang kafir muhârib (orang-orang kafir yang memerangi umat Islam). Karena Islam memberikan sikap khusus terhadap orang-orang kafir muhârib.

5. Mengasihi orang kafir dengan kasih sayang yang bersifat umum. Seperti memberi makan jika dia lapar; memberi minum jika haus; mengobatinya jika sakit; menyelamatkannya dari kebinasaan; dan tidak mengganggunya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Kasihilah orang-orang yang berada di atas bumi, niscaya Dia (Allah) yang berada di atas langit akan mengasihi kamu. [HR. at-Tirmidzi, no. 1924]

6. Tidak mengganggu harta, darah, dan kehormatan, selama dia bukan kafir muhârib. Karena itu merupakan kezhaliman yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla, berdasarkan hadits qudsi berikut ini :

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Allah Tabâraka wa Ta’âla berfirman: “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya sesuatu yang diharamkan di tengah kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi”. [HR. Muslim, no. 2577]

7. Boleh memberikan hadiah kepadanya dan boleh juga menerima hadiah darinya serta diperbolehkan memakan daging sembelihan ahli kitab. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ

Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu. [al-Mâidah/5: 5]

8. Tidak boleh menikahkan wanita Muslimah dengan laki-laki kafir (walaupun lelaki ini Ahli kitab-pent). Dan laki-laki Muslim tidak boleh menikahi wanita kafir, kecuali wanita Ahli kitab.
Baca selebihnya »

Proteksi Flasdisk dari Virus dengan FD Guard



Alhamdulillah…pas tadi seperti biasa pelanggan minjam flasdisk buat nyimpen data di warnet sebelah….eh qodarulloh Flasdisk ana kena virus sality, entah sality seri yang mana. Pokoknya Flasdisk ana kena virus deh. Program instalan berupa exe berubah file menjadi ex_. Padahal dah ana scan lho pake Microsoft Security Esential dan dah kena tuh virus. Tapi ternyata data yang kena virus tadi udah direname ga bisa di munculin lagi, atau dikembalikan lagi oleh antivirus ana tadi.

Setelah searching-seraching (istilah jawanya digoleki di mbah google). Alhamdulillah ketemu deh software (program) yang bisa menangkal dan memproteksi (menjaga) Flasdiks kita tidak kena virus, dan bisa mengembalikan data yang telah direname oleh virus tadi.
Dah baca nih keterangan di bawah ini Ok….(Bacanya jangan sambil tidur yo)
Baca selebihnya »

Menepis Syubhat (Kerancuan) Terhadap Salafiyah


MENEPIS SYUBHAT (KERANCUAN) TERHADAP SALAFIYAH

Oleh
Syaikh Doktor Abu Anas Muhammad bin Musa An-Nashr

Di tengah gelombang kebid’ahan dan kesyirikan yang menerpa umat sekarang ini. Di saat kebingungan dan ketimpangan semakin membelit kaum mudanya. Ahlul ahwa’ (para pengikut hawa-nafsu) tidak henti-hentinya melontarkan kerancuan dan keraguan. Bahkan tidak jarang melemparkan tuduhan serta fitnah yang tidak berdasar ke tengah-tengah umat terhadap kemulian dakwah Salafiyah yang penuh barakah ini dan para dainya. Semua itu ibarat riak-riak kecil, bila tidak segera ditepis akan menjadi gelombang ganas yang membahayakan lagi mengkhawatirkan. Salah seorang murid senior Muhadits abad ini (Imam al-Albani rahimahullah), yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Nashr telah mengumpulkan beberapa syubhat yang dilontarkan oleh musuh da’wah Salafiyah, kemudian beliau iringi dengan bantahannya. Pada kesempatan ini kami sampaikan sebagian dari bantahannya tersebut dan kami pilih yang sekiranya mendesak untuk diketahui.

Syubhat Pertama:
Salafiyah adalah sebuah penasaban yang bid’ah!

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr.
Sebagian musuh dakwah Salafiyah menganggap bahwa menisbatkan diri kepada Salaf merupakan pengelompokan bid’ah. Hal itu sebagaimana menamakan diri dengan: Ikhwanul Muslimin, Hizbut Thahrir, dan Jamaah Tabligh. Mereka tidak tahu, bahwa Salafiyah adalah sebuah penasaban terhadap generasi terbaik. Yaitu generasi sahabat dan tabi’in, yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kebaikan. Juga merupakan penyandaran terhadap umat yang ma’sum (terjaga dari kesalahan), yang tidak akan bersepakat di dalam kesesatan, umat yang telah diridhai oleh Allah. Dia berfirman:

رَّضِىَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْاعَنْهُُ

Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. [al-Bayyinah: 8]

Sungguh jauh berbeda, antara orang yang menisbatkan diri kepada individu yang tidak ma’sum , bersikap loyal, dan fanatik terhadap seluruh perkataan dan pendapatnya, dengan orang yang menisbatkan diri kepada umat yang selamat dari penyimpangan dan kesesatan di saat munculnya banyak perselisihan.

وسََتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً قِيْلَ: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ :هُمُ الَّذِيْنَ عَلَي مِثْلِ مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِي ِ

Umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok. Semuanya di dalam neraka kecuali satu. Siapa dia wahai Rasulullah? Jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Mereka adalah orang-orang yang semisal dengan apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya. [2]

Itulah Salafiyah yang mengambil Islam secara murni, bersih dari segala bid’ah. Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya dan umat terbaik sesudah mereka.

Bagaimana kalian membolehkan “jamaah-jamaah” Islam menisbatkan diri terhadap individu-individu yang tidak ma’sum, lalu pada waktu yang sama kalian melarang orang-orang menasabkan kepada umat yang ma’sum dari segala kesesatan. Menasabkan diri kepada Salafush Shalih, dari kalangan sahabat, tabi’in, dan para imam (ulama) rabbani yang jauh dari hizbiyah- hizbiyah (fanatik terhadap kelompok-kelompok) pemecah belah umat?

Guru kami, al-Albani telah berkata, membantah hizbiyah : “Kami terang-terangan memerangi hizbiyah- hizbiyah tersebut, karena hal tersebut sebagaimana firman Allah:

كُلُّ حِزْبٍ بِمَالَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). [al-Mu’minun: 53]

Padahal tidak ada hizbiyah sama sekali dalam Islam. Berdasarkan nash al-Qur’an, hizb hanya ada satu, (yakni hizbullah).

أَلآَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Ketahuilah sesungguhnya hizb Allahlah yang beruntung. [Mujadalah: 22]

Hizbullah adalah jamaah Rasulullah n dan hendaknya seseorang itu berada di atas manhaj para sahabat, hal ini membutuhkan ilmu terhadap Al-Kitab dan As-Sunnah. [3].

Beliau (Al-Albani) pernah juga ditanya:
“Apakah Salafiyah itu dakwah hizbiyah, golongan, madzhab ataukah kelompok baru dalam Islam?”

Beliau menjawab:
“Kalimat “Salaf” itu terkenal di dalam bahasa Arab dan syar’i. Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika akan wafat beliau berkata kepada Fatimah, putrinya:

فَاتَّقِي اللهَ وَاصْبِرِيْ وَ نِعْمَ السَّلَفِ أَنَا لَكِ

Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah. Aku adalah sebaik-baik salaf bagimu.

Banyak sekali para ulama’ yang mengunakan istilah “Salaf”. Satu contoh, ketika mereka menggunakannya untuk menghancurkan bid’ah:

وَكُلُّ خَيْرٍ فِيْ اتِّبَاعِ مَنْ سَلَفَ وَكُل شَرٍّ فِيْ ابْتِدَاعِ مَنْ خَلَفَ

Setiap kebaikan adalah di dalam mengikuti salaf, dan setiap kejelekan adalah di dalam bid’ahnya khalaf.

Tetapi ada sebagian orang yang mengaku berilmu mengingkari penisbatan terhadap Salaf, dengan anggapan hal itu tidak ada sandarannya. Dia mengatakan: “Seorang muslim tidak boleh mengatakan: “Saya Salafi”. Sepertinya dia mengatakan: “Seorang muslim tidak boleh mengatakan saya adalah pengikut manhaj Salaf as-shalih dalam aqidah, ibadah, perilaku dan lainnya.”

Tidak diragukan lagi, pengingkaran ini membawa konsekwensi dia berlepas diri dari Islam yang shahih. Islamnya para Salaf as-Shalih, yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana telah diisyaratkan oleh hadits mutawatir dalam “Shahihain” dan lainnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

Sebaik baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.

Seorang muslim tidak boleh berlepas diri dari penisbatan kepada Salafush shalih. Orang yang mengingkari penisbatan yang mulia ini, bukankah dia juga menisbatkan diri kepada madzhab-madzhab yang ada, baik dalam aqidah, maupun fiqih? Bisa jadi dia seorang Asy’ariy [4] atau Maturidy [5] Bisa jadi pula seorang Hanafi [6], Syafi’i [7], Maliki [8] atau Hambali [9], yang tergolong Ahlus Sunnah wal Jamaah. Padahal orang yang menisbatkan kepada madzhab Asy’ariy atau salah satu dari 4 madzhab (fiqih) yang ada, dia telah menisbatkan diri kepada individu yang tidak ma’sum, walaupoun ada juga paraulama yang benar. Tetapi apakah dia mengingkari penisbatan kepada individu-individu yang tidak ma’sum ini? [10]

Dan inilah perkataan ahlul ilmi tentang bolehnya menisbatkan diri kepada Salafush as-Shalih:

Ibnu Manzhur berkata: “Termasuk arti Salaf adalah: pendahulumu, yaitu bapak-bapakmu dan kerabatmu yang punya umur dan keutamaan lebih di atasmu. Oleh karena itu generasi pertama dari kalangan tabi’in dinamakan “Salafush Shalih.” [11]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada putrinya, Zainab, ketika akan meninggal:

إِلْحَقِيْ بِسَلَفِنَا الصَّالِحِ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُوْنَ

Susullah Salaf kita yang shahih, yaitu Utsman bin Mazh’un. [12]

Al-Ghazali berkata: “Yang saya maksud dengan Salaf adalah madzhab sahabat dan tabi’in. [13].

Syaikhul Islam berkata: “Tiada aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan kepadanya, bahkan penisbatan tersebut wajib diterima menurut kesepakatan (ulama’), karena madzhab salaf adalah madzhab yang haq.” [14]

Al-Baijuri berkata: “Yang dimaksud dengan istilah Salaf adalah orang yang terdahulu dari para nabi, tabi’in dan tabiut tabi’in.” [15]

Syubhat Kedua.
Salafiyun Iebih mementingkan perkara-perkara furu’ (cabang, remeh) ketimbang perkara Ashl (pokok).

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr :
Ini merupakan kedustaan serta bualan mereka. Sesungguhnya da’wah Salafiyah –alhamdulillah- mengimani Islam seluruhnya, tanpa pilih-pilih, berdasarkan firman Allah:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً
Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.[Al- Baqarah : 207]

Dan juga dengan firman Allah yang lain, yang mencela orang yang mengambil/mengamalkan agama hanya menurut selera hawa nafsu.

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ

Apakab kalian mengimani sebagian dari kitab, dan mengkufuri sebagiannya?
[Al-Baqarah : 85]

Kewajiban terpenting dalam da’wah Salafiyah adalah tauhid, menghambakan makhluk kepada Rabbnya, mentarbiyah (membina) umat di atas manhaj Rasul, dan memberikan perhatian terhadap sunnah-sunnah yang sudah mulai ditinggalkan lalu menghidupkannya kembali. Semua itu merupakan bagian dari program dan manhaj da’wah Salafiyah. Tetapi sebagian orang-orang yang menyelisihi da’wah Salafiyah ini ada yang mengaggap sunnah-sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti: siwak, memanjangkan jenggot, meninggikan kain di atas mata kaki, sutrah dan lainnya, sebagai perkara “qusyur” (remeh/kulit).

كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِن يَقُولُونَ إِلاَّ كَذِبًا

Sangat buruk kalimat yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah yang mereka ucapkan melainkan kedustaan. [al-Kahfi: 5]

Orang-orang yang bingung itu tidak tahu, bahwa Islam itu semuanya lubab (inti), sehingga persepsi dan pikiran mereka yang busuk. menganggapnya sebagai “qusyur”.

Padahal semua yang dibawa oleh wahyu (Al-Kitab dan As-Sunnah) adalah haq dan lubab (inti), orang yang memperolok-olok sesuatu darinya maka dia kafir. Sedangkan orang yang menyebut sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah dengan “qusyur” (kulit, hal remeh) yang dapat dibuang, maka dia berada di pinggir jurang yang dalam.

Syubhat ke tiga.
Dakwah Salafiyah tidak memberikan perhatian terhadap masalah-masalah politik, bahkan meninggalkannya sama sekali.

Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr.menjawab:
Ini juga merupakan kedustaan yang nyata. Karena menurut Salafiyin, perkara politik termasuk dalam urusan dien. Tetapi politik yang mana?
Apakah politik koran-koran, majalah-majalah, dan kantor-kantor berita milik Yahudi dan Nashari? Ataukah politik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya?

Apakah politik demokrasi, yang mereka dengungkan dengan semboyan orang-orang kafir: “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat?”

Ataukah politik pemeluk Islam yang berprinsip: “Hukum Allah, untuk Allah, berpijak pada Kitabullah dan Sunnah Rasulnya, melalui musyawarah yang dibenarkan oleh Islam?”

Dan apakah politik yang kebenaran diukur dengan banyaknya jari yang terangkat (voting) di Majelis Perwakilan Rakyat, meskipun terkadang voting tersebut menambah kuatnya kemungkaran atau kesyirikan?

Ataukah politik sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla. Dia berfirman:

إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ أَمَرَ أَلاَّتَعْبُدُوا إِلآًّإِيَّاهُ

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. [Yusuf: 15]

Salafiyin tidak ingin meraih al-haq dengan cara yang batil. Karena menurut mereka, sebuah tujuan tidaklah menghalalkan segala cara. Mereka tidak akan berjuang di atas “punggung-punggung babi”, tidak akan minta pertolongan kepada kaum musyrikin, dan selamanya tidak akan berkumpul dengan orang-orang munafiq. Mereka menolak jumlah banyak yang bersifat seperti buih, yang tidak menyandang sifat syar’i sedikitpun.

Syubhat keempat.
Salafiyun bersikap mudahanah terhadap penguasa, tidak bicara al-haq secara terang-terangan di hadapan mereka.

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Di mana Salafiyun yang menempati jabatan-jabatan tinggi, berupa jabatan Menteri, Hakim atau Mufti di negara-negara Islam? Mencari jabatan sepert itu adalah monopoli ahli bid’ah selama puluhan tahun. Andaikata Salafiyun mau cari muka dan menjual ilmu, niscaya mereka akan meraih apa yang telah diraih selain mereka. Tetapi Salafiyun memandang itu semua sebagai kemunafikan. Bahkan mereka tidak memandang bolehnya memasuki Majlis Perwakilan Rakyat, agar tidak menjadi jembatan untuk Undang-Undang buatan manusia dan hukum-hukum Thaghut, dan tidak bergelimang dalam kebatilan.

Kalau ada oknum yang menasabkan diri kepada Salafiyah, lalu dia memuji-muji penguasa dengan dusta, mencari muka dengan cara berbasa-basi dan bersikap nifaq, maka hanyalah mewakili dirinya sendiri. Dakwah Salaf serta Salafiyun berlepas diri dari apa yang dia lakukan. Kewajiban Salafiyun terhadap orang seperti itu adalah memberikan nasehat dan mengingatkan, kemudian memboikot dan memberikan peringatan (jika dia enggan, pen).

Salafiyun adalah orang-orang yang membicarakan al-haq secara terang-terangan penuh, dengan hikmah dan nasehat yang baik. Tanpa mengobarkan pengkafiran, menyatakan orang lain durhaka, dan pemberontakan terhadap penguasa.

Dakwah Salaf mengajak untuk memberikan nasehat terhadap penguasa, serta zuhud terhadap apa-apa yang ada pada mereka, yang berupa harta, jabatan, dan kehormatan. Juga mengajak untuk tidak mengobarkan (emosi) terhadap mereka, tidak rakus terhadap singgasana mereka, tidak memberontak melawan mereka. Kecuali jika nampak kekufuran yang nyata pada mereka, dengan terpenuhinya syarat-syarat serta tidak adanya penghalang-penghalang kekafiran. Tetapi hal itu ditetapkan oleh ulama, bukan oleh orang-orang hina yang mengikuti setiap orang yang memanggil.

Syubhat kelima
Salafiyin suka berlebih-lebihan….!

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Adapun kalau yang dimaksud berlebih-lebihan adalah bersungguh-sungguh di dalam al-haq, melaksanakan kawajiban-kewajiban, dan menghidupkan sunnah-sunnah yang sudah mulai ditinggalkan, maka ini adalah haq, bukan aib bagi seorang muslim. Sedangkan yang merupakan aib adalah kalau seseorang meremehkan perkara-perkara agama, membolehkan hal-hal yang diharamkan, serta mengerjakan hal-hal yang melanggar syari’at.

Maka apakah memelihara jenggot yang merupakan Sunnah merupakan sikap berlebihan? Apakah memendekkan kain di atas mata kaki sampai pertengahan betis yang merupakan Sunnah merupakan sikap berlebihan? Apakah mengharamkan jabat-tangan dengan wanita bukan mahram, mengharamkan lagu-lagu dan musik, termasuk berlebih-lebihan? Padahal ulama’ dahulu dan sekarang telah berfatwa dengan hal-hal di atas!

Itu semua hanyalah tuduhan yang dibuat-buat agar manusia menjauhi para da’i Al-Kitab dan As-Sunnah pengikut Salaful Ummah.

Salafiyah tidaklah menyia-nyiakan syari’at ini sedikitpun, tidak meremehkan Sunnah, apapun bentuknya. Sebagaimana hal itu dilakukan oleh harikiyin dan hizbiyin yang menuduh Salafiyin suka mencari-cari masalah ganjil yang mereka namai dengan “qusyur” (perkara kulit) untuk meremehkannya.

Keberuntunganlah bagi orang-orang yang asing, yang telah diberitakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan sabdanya:

أَنَّهُمُ الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَاأَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ سُنَّتِهِ

Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnah-sunnah Rasulullah n yang telah dirusak oleh manusia.[16]

Syubhat keenam.
Salafiyin tidak menaruh perhatian terhadap masalah jihad.

Jawaban Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Nashr:
Jihad merupakan puncak syari’at. Ayat-ayat dan hadits-hadits yang menganjurkannya banyak sekali dan sudah terkenal. Tetapi jihad mempunyai kaedah-kaedah, syarat-syarat, dan adab-adab. Salafiyun tidak akan berangkat jihad di bawah bendera jahiliyah, karena jihad tidaklah disyari’atkan kecuali untuk menegakkan syari’at Allah. Dia berfirman:

حَتَّى لاَتَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ للهِ
Sehingga tidak terjadi fitnah, dan agama seluruhnya untuk Allah. [al-Anfaal: 39]

Untuk berjihad harus ada imam, harus ada bendera Islam. Dan harus ada pembinaan rabbaniyah seputar jihad. Harus ada bekal dan kesiapan. Menurut Salafiyin, jihad haruslah berdasarkan ilmu, keyakinan dan sasaran yang jelas. Jika bendera telah tegak dan tujuan (sasaran) juga jelas, maka Salafiyin tidak akan ketinggalan. Bumi Palestina, Chehcnya, Afghon, Balkan, Kasmir menjadi saksi bagi mereka di sisi Allah Azza wa Jalla. Mereka mendorong peperangan (jihad) dengan pemahaman seperti ini.

Syubhat ketujuh.
Dakwah Salafiyah memecah belah umat dan membikin fitnah.
Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.