KODE ETIK GURU INDONESIA dan Butir-butirnya (sesuai Konggres PGRI ke XX Tgl. 1-4 Juli 2008 di Palembang)


KODE ETIK GURU INDONESIA

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila
 Guru menghormati hak individu dan anak didiknya masing-masing
 Guru berusaha mensukseskan pendidikan yang serasi (jasmaniah dan Guru harus menghayati dan mengamalkan Pancasila)
 Guru dengan bersungguh-sungguh mengintensifkan pendidikan moral Pancasila bagi anak didiknya
 Guru melatih dalam memecahkan masalah dan daya kreasi anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun
 Guru membantu sekolah di dalam usaha menanamkan pengetahuan, keterampilan pada anak didiknya.

2. Guru memiliki kejujuran profesional di dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing
 Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing
 Guru hendaknya luwes di dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing
 Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan jenis dan posisi orang tua murid

3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalah gunaan
 Komunikasi guru dan anak didik di dalam dan di luar sekolah didasarkan pada rasa kasih sayang
 Untuk keberhasilan pendidikan maka guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang masing-masing
 Komunikasi guru ini hanya semata-mata untuk kepentingan anak didik

4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didiknya
 Guru menciptakan suasana kehidupan di sekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah
 Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbal balik untuk kepentingan anak didik
 Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/masyarakat terhadap kehidupan sekolah
 Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur

5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lingkungan sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
 Guru memperluas pengetahuan masyarakat tentang profesi keguruan
 Guru turut menyebarkan program-program pendidikan kepada masyarakat sekitarnya, sehingga sekolah tersebut turu berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tempat itu
 Guru hraus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaharuan bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya
 Guru turut bersama masyarakat sekitarnya dalam berbagai aktifitas
 Guru mengusahakan terciptanya kerja sama yang sebaik-baiknya antara sekolah, orang tua murid dan masyarakat, bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua murid dan masyarakat

6. Guru secara sendiri-sendiri atau bersama-sama meningkatkan dan mengembangkan profesinya
 Guru melanjutkan studinya dengan :
 Membaca buku-buku
 Mengikuti lokakarya, seminar, gerakan koperasi, dan pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya
 Mengikuti penataran
 Mengikuti kegiatan penelitian
 Guru selalu berbicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya

7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan
 Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, saling menasehati dan bantu-membantu, satu sama lainnya, baik dalam kepentingan pribadi maupun dalam menunaikan tugas profesinya
 Guru tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan nama baik rekan seprofesinya dan menjunjung martabat guru baik secara keseluruhan maupun pribadi

8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru profesional, sebagai sarana pengabdiannya.
 Guru menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya
 Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan
 Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap, ucapan dan tindakan yang merugikan organisasi

9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah alam bidang pendidikan
 Guru senantiasa tunduk terhadap kebijakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan
 Guru melaksanakan tugas profesinya dengan rasa disiplin dan rasa pengabdian
 Guru berusaha membantu menyebarkan kebijaksanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
 Guru berusaha menjunjung terciptanya kepemimpinan pendidikan di lingkungan atau di daerahnya sebaik-baiknya

Konggres PGRI ke XX Tgl. 1-4 Juli 2008 di Palembang

Bagi yang mau download dalam format word silahkan klik disini

About these ads

2 Tanggapan

  1. Thank’z atz materinya. . .

    • Inggih sami2 mba Anitha…:D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.324 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: