BILA HATI RINDU MENIKAH (bahagia merayakan cinta)


oleh rara ibn abu thalib,

Dear Ukhti………
apa kabar imanmu hari ini?
semoga selalu menapak maju
apa kabar hatimu hari ini?
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini?
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya…

Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua
senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama

Ukhti..
menikah adalah setengah dien,
dan ia menggenapkan dien menjadi satu…
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain
yang tiada pernah dikunjungi sebelumnya…
apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah
kini tidak lagi,
seakan membuka mata kanan
yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah,
hingga Rasul pun menyunnahkan suatu pernikahan ini:

“bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah…”

Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat
pernah ada yang berkata..
“saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis
suka, tangis duka…”
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini

Ukhti..yang sedang menanti “terkasih”
nanti-lah dengan sabar…
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu
siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan “terkasih” untukmu
ataupun tidak berharap
dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta “terkasih”mu

Baca lebih lanjut

Untuk Adikku


Syair ini ku persembahkan untuk kedua adikku yang sedang terbaring sakit karena kecelakaan yang cukup parah

Adikku…..

Saat kutulis syair ini…

Cuma kata maaf yang bisa terucap

Cuma doa yang bisa kupanjatkan

Adikku….

Maafkan kakakmu ini

Kakak yang harusnya kau contoh

Kakak yang harusnya kau hormati

Kakak yang harusnya kau kasihi

Adikku….

Disaat kau menangis

Disaat kau kesakitan

Disaat kau merintih, memelas dan mengeluh

Menahan sakit, menahan perih jiwa ragamu

Adikku….

Aku manusia biasa

Aku tidak sempurna

Aku punya salah

Aku banyak dosa

Adikku…

Perih yang kau derita

Sakit yang kau rasakan

Keluhanmu yang kau ucapkan

Air mata yang kau keluarkan

Adikku….

Musibah yang kau alami

Cobaan yang kau jalani

Ujian yang kau hadapi

Hadapilah dengan tabah

Adikku….

Apa yang kita alami

Musibah silih berganti

Ujian yang kita hadapi

Semua pasti ada jalan keluar

Baca lebih lanjut

MENUNGGU MATI


Jalan lurus, jalan kembali pada-Mu


Tiap hari silih berganti

Tiap detik, tiap hembusan nafas ini

Tiap langkah, ucapan dan perbuatan

Dosa …, dosa …. dosa dan dosa yang ada

Aku pendosa yang menunggu-Mu

Menunggu kembali pada-Mu

Apa yang harus kulakukan ya Ilahi Robbi

Tipuan dunia melupakanku

Kecantikan, kekayaan, semua Cuma fana

Semua akan kembali pada-Nya

Tapi kenapa aku belum sadar juga?

Sudah matikah hati ini?

Sudah tertutupkan jiwa ini?

Sudah bekukah nurani ini?

Kenapa aku terus begini?

Bukankah aku menunggu mati?

Sudah siapkah aku mati hari ini?

Sudah siapkah jika ajal menjemput?

Siapkah aku kembali pada-Nya?

Kembali kepada Penciptaku

Aku manusia pengumbar nafsu

Dunia  tahta, harta, dan wanita butakan aku

Seluas laut dan pasir di bumi dosaku ini

Tidak ada hari tanpa dosa … dosa dan dosa

Apakah aku masih pantas menjadi hamba-Nya

Apakah aku pantas jadi khalifah-Nya

Kenapa aku lebih memilih cinta dunia dan manusia

Kenapa hatiku ini tidak lebih mencitai-Nya

Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada-Mu

Wahai Tuhan Maha Pengasih, tumbuhkanlah cinta dalam  hati ini pada-Mu

Tunjukilah Aku jalan yang lurus

Jalannya para Salafiyin, Sahabat, Tabiin yang kau berkahi

Para pecinta-Mu dan hamba-Mu yang utama

KEKASIHKU (untuk istriku)


Pendamping setia yang selalu menemaniku.

Kau cinta pertamaku

Cuma kau kekasihku

Tak ada yang lain

Cuma kau tambatan hatiku

Istriku, tahukah kamu

Selama ini aku menantimu

Menunggu dengan sabar

Kedatanganmu, kehadiranmu

Jangan kau sia-siakan

Jangan kau khianati

Cinta suci ini

Cinta menuju jalan Ilahi

Cinta, apakah kau ini Cuma pemanis

Ataukah cobaan yang harus kuhadapi

Cinta dimanakah kau berada

Cinta yang murni, cinta sejati

Ya Allah, Maha Pemberi Cinta

Jadikanlah cinta ini cinta yang suci

Setulus dan semurni cinta-Mu

Cinta penuh dengan keberkahan

Wahai Maha Pemberi Cinta

Jadikanlah hati ini condong pada-Mu

Kuatkan cinta hamba-Mu ini

Condongkanlah hati ini padamu

Ya Allah, Maha Penggenggam Jiwa

Tumbuhkan dan kuatkan cinta ini

Jadikan cinta ini jalan menuju-Mu

Obati hati ini dari virus asmara, virus yang dipenuhi dengan cinta palsu dan semu.

BIDADARIKU (ISTRIKU)


Sebuah mimpi yang harus kudapatkan (Ya moga aja)

Halus parasnya

Halus pula perasaannya

Baik langkahnya

Baik tindak tanduknya

Kau tutupi wajahmu dengan tabir

Tabir yang tak  boleh dibuka

Cuma tuk aku yang boleh

Cuma tuk aku suamimu

Kau jaga kehormatanmu

Takkan kau berikan tuk siapapun

Kepadaku kau serahkan

Kepadaku pula kau bersandar

Kau didik anak-anakku

Dengan perhatian dan keikhlasan

Kau ingatkan jika aku salah

Kau pendampingku yang setia

Kau takkan kulepaskan

Kau takkan kusia-siakan

Cuma kau bidadariku

Cuma kau kekasihku

Kau cinta pertamaku

Kau tambatan hatiku

Kau teman hidupku

Kaulah penghiburku

Ya Alloh, ya robbi

Jangan kau pisahkan aku dengannya

Dengan istriku yang kucinta

Ya Alloh, ya robbi pertemukan aku dengannya disyurga

Syurga dunia dan akhirat.

Siapakah Aku?


Aku …..

Hamba yang hina penuh dosa

Terbuat dari yang hina dan menjijikkan

Kenapa harus sombong???

Pantaskah aku sombong???

Ketampanan, kecantikan bukankah akan pudar

Jika aku mati ….

Cuma kain kafan yang membalut

Siksa kubur dan adzab neraka menanti

Harta, tidak akan membantuku

Yang kucintai akan meninggalkanku

Yang ada …

Kegelapan, kegelapan dan kegelapan

Aku …

Entah kapan tersadar

Tiap detik, hembusan nafas ini

Dosa, dosa, dosa dan dosa

Memaksiati Alloh dan RosulNya

Cinta dunia, harta dan manusia

Kapankah fitnah ini sirna

Kapankah aku kembali ke jalanNya

Pantaskah aku menjadi hambaNya

Yang dilarang kukerjakan

Aku kaum yang menghalalkan yang diharamkan

Bermaksiat, zina tanpa menyesal

Akankah aku diterima disisiNya

Lupakah aku akan siksaNya

Lupakah aku akan nerakaNya

Lupakah aku akan adzabNya

Lupakah aku akan peringatanNya

Bodohkah merugikan aku ini

Rugi di dunia dan di akhirat

Cinta, syahwat dan fitnah dunia

Butakan jiwa, matikan hati

Umur ini, jiwa ini, amanatNya

Selama ini sia-sia saja

Tidak malukah aku menghadapNya

Kapankah manisnya iman itu ada

Kapankah cinta itu ada

Cinta hanya kepadaNya

Bukan cinta manusia, cinta palsu

Bukan cinta dunia, membutakanku

Bukan cinta harta, menenggelamkanku

Bukan cinta yang selama ini dipuja-puja

UNTUK SAUDARIKU (WANITA)


Dengar, rasakan  jeritan hati saudaramu ini (laki-laki)!

Saudariku …….

Salahkah aku…..?

Bodohkah aku ….?

Atau hinakah aku ini….?

Saudariku ……

Tahukah kamu…..?

Dengar dengan mata hatimu

Rasakan dengan nuranimu

Saudariku …..

Kenapa kau langgar laranganNya

Kenapa kau acuhkan perintahNya

Bukankah kita hambanya

Saudariku….

Kecantikanmu melenakanku

Keanggunanmu menggodaku

Suara dan rayuanmu menggetarkan hatiku

Saudariku

Jiwa ini terpuruk karenamu

Iman ini hancur karenamu

Mata ini buta karenamu

Saudariku …..

Kecantikanmu apakah secantik hatimu?

Halus kulitmu apakah secantik hatimu?

Lurus rambutmu apakah selurus imanmu?

Saudariku …..

Kenapa kau buka auratmu

Kenapa kau umbar pesonamu

Kenapa kau fitnah aku…..

Saudariku ….

Karenamu, aku hancur dan sekarat

Karenamu aku langgar laranganNya

Karenamu aku berbuat maksiat

Baca lebih lanjut